Powered By Blogger

Rabu, 16 November 2011

Dienga Plateau : Another Indonesian Beautiful Hill

Berlibur di tengah ujian semester?? Why not.. Sabtu pagi, ketika matahari mulai meyapa bumi dengan sinar lembutnya, saya sudah siap sedia dengan ransel travelling yang tentu saja besar, tujuan perjalanan kali ini adalah sebuah kota pegunungan yang terkenal dengan hawa dinginnya; Wonosobo. Kali ini saya melakukan perjalan menggunakan sepeda motor melalui jalur Purworejo, karena harus menghadiri acara pernikahan dulu sebelum sampai kota Wonosobo. Minggu pagi, setelah semua siap, saya dan seorang teman yang turut serta dalam tour saya kali ini, ikut melakukan perjalanan menuju dataran tinggi Dieng. 

Dataran Tinggi Dieng merupakan dataran tertinggi kedua didunia setelah Nepal. dataran terluas dipulau Jawa ini berada di ketinggian 2.093 mdpl, sehingga suhu didataran tinggi tersebut tergolong dingin, bahkan pada bulan Juni-Agustus (puncak musim kemarau) suhu di Dieng bisa berada di bawah titik 0 derajat, sehingga dipagi hari embun bisa membentuk kristal-kristal es, dan udara dingin disana bisa sedingin udara musim dingin di Eropa. 
Dataran Tinggi Dieng juga terkenal sebagai daerah penghasil kentang terbesar di Indonesia, tempat para dewa sesuai dengan penafsiran dari kata Dieng itu sendiri, selain itu Dieng juga menawarkan banyak tempat wisata seperti: 



  1. Kawah : Pagerkandang, Sileri, Sikidang, dam Candradimuka
  2. Telaga : Merdada, Sewiwi, Balekambang, Telaga Warna, Pengilon, Dringgo, Cebong, dan Menjer.
  3. Candi : Berwisata ke Dieng tidak akan lengkap jika tidak berkunjung ke kompleks candi dieng.
    Berdasarkan temuan Prasasti Situs Dieng diperkirakan dibangun abad VII – XIII Masehi. Candi Gatotkaca, Bhima, Magersari
      
        
       
Sayangnya, saya tidak bisa berlama-lama di Dieng karema hari keburu mendung dan hujanpun turun seketika, sehingga saya memutuskan untuk segera turun bukit karena harus pulang ke Jogjakarta lagi. Nah, bagi yang ingin menikmati suasana Dieng lebih lama dan merasakan kehidupan Dieng dimalam hari , berikut tips yang saya ambil dari http://e-wonosobo.com :  
1. Bagi yang Ingin menjelajahi Dieng selama 1 hari
Bila anda ingin ke Dieng dan tidak ingin bermalam sebaiknya anda sampai di Dieng sekitar pukul 5 pagi, untuk melihat Sunrise di Sikunir, baru kemudian ke telaga Warna, komplek Candi, kawah Sikidang. Jangan lupa membawa jaket lumayan tebal karena suhu bisa mencapai 10 drajat pada pagi hari di Sikunir.

2. Bagi yang Ingin menjelajahi Dieng lebih dari 1 hari
Sebaiknya menginap di Dieng saja, bukan Wonosobo, karena walau jarak cukup Wonosobo-Dieng cukup dekat, namun membutuhkan waktu dan jalanan sangat menanjak. Persiapan menginap di Dieng, baju ekstra tebal. Karena secara umum suhu di Dieng berkisar 10-25 drajat, namun pada musim kemarau sekitar Juli-September, suhu di malam hari bisa mencapai 0 drajat.
3. Cuaca
Secara umum waktu yang terbaik adalah saat musim kemarau, April – September, karena bila musim hujan makan curah hujan tinggi dan sangat berkabut. View di musim kemarau jauh lebih indah, namun butuh ekstra baju tebal, karena suhu bisa mencapai 0 drajat saat puncak musim kemarau.
4. Packing List
Perlengkapan baju hangat , minuman penghangat (jahe, dan lain-lain), obat-obatan pribadi, dan sepatu gunung.
5. Tips
- Bawa senter apabila ingin mendaki gunung Sikunir tanpa guide. Gunakan sepatu gunung, bawa minuman dan makanan secukupnya.
- Bawa selalu jas hujan atau payung apabila musim hujan karena curah hujan sangat tinggi.
- Berhati-hati apabila ke daerah kawah, karena berapa tahun lalu, terjadi bencana kawah mengeluarkan gas beracun, patuhi larangan/rambu yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar