Powered By Blogger

Senin, 07 Mei 2012

Belanda: Kisah Sukses Negri Pendulang Prestasi Internasional


Leiden University
Keukenhof, Belanda
Mendengar kata “Belanda” rasanya ingin langsung melihat indahnya alam salah satu negeri di benua eropa ini yang terkenal dengan taman keukenhof --taman bunga terbesar di dunia-- yang berisi ratusan spesies bunga tulip, rasa ingin belajar di universitas- universitas terkenal sepanjang sejarah dengan ilmuwan dunia, dan juga melihat bangunan-bangunan dengan arsitektur menakjubkan. Negeri Belanda memang bisa memberikan kesan tersendiri  meski bagi orang yang belum pernah berkunjung kesana sekalipun. Tapi tahukah anda apa saja prestasi-prestasi yang sudah didapat negeri dengan simbol warna orange ini?

Benar Sekali !! Belanda memang jago mendulang prestasi diberbagai bidang, mulai dari sains, inovasi, pendidikan, kualitas hidup, dan bidang lainya.  Bahkan, di tahun 2012 ini saja, Belanda sudah berkali-kali masuk dalam peringkat sepuluh besar dalam berbagai kategori survei yang diadakan lembaga internasional. Banyaknya prestasi tingkat dunia yang didapat negeri kincir angin ini menunjukan bahwa Belanda memang patut untuk di jadikan sebagai salah satu tujuan negeri studi-banding. Contoh saja, dalam bidang pendidikan, Belanda memiliki ribuan universitas dan akademi dengan berbagai disiplin ilmu bertaraf internasional, sehingga hasil survei dari TheWorld Reputation Rangkings 2012 menempatkan Belanda pada posisi ke-3 sebagai negara dengan universitas terbanyak, bahkan lima universitas terkemuka di Belanda yaitu Delft University of Technology, University of Amsterdam, Utrecht University, Leiden University , dan Wageningen University and Research Center masuk dalam peringkat 100 universitas terbaik dunia.

Peringkat di bidang pendidikan sudah tidak diragukan kualitasnya, lalu bagaimana di bidang ekonomi? untuk Belanda, jangan ditanya lagi,  Belanda mengalahkan negara-negara dengan ekonomi mapan seperti Inggris, Amerika dan Australia dengan menjadi negeri terbaik ke-2 setelah Hongkong dalam kategori tempat terbaik untuk berbisnis. Survei yang dilakukan oleh Bloomberg Rankings dengan meneliti perekonomian berbagai negara berdasarkan enam faktor; biaya set up bisnis baru; penyewaan dan pemindahan barang; tingkat integrasi ekonomi; biaya-biaya intangible seperti inflasi dan korupsi; kesiapan konsumen lokal, kategori yang mengandung unsur besarnya kelas menengah, konsumsi rumah tangga dan produk domestik bruto per orang. Penempatan Belanda di urutan ke-2 juga bukan tanpa alasan, karena Belanda memiliki  lima pelabuhan besar berskala internasional tentunya sehingga menjadikan akses yang mudah untuk masuk daratan Eropa, selain itu 80 persen market share untuk pasar peralatan semikonduktor juga ada di Belanda. 

Prestasi selanjutnya adalah di kategori “kualiatas hidup”. Survei yang dilakukan oleh PBB untuk mengetahui tingkat kebahagiaan sebuah negara ini menempatkan negara Belanda pada posisi ke-4 setelah Denmark, Finlandia, dan Norwegia. Dalam survei World Happiness Report, menjadi negara kaya bukanlah satu-satu kriteria yang diterapkan untuk mengukur kebahagian bangsa suatu negara, kebahagianya suatu negara juga dinilai dari berbagai aspek lainya. Selain prestasi yang sudah disebutkan diatas, Belanda juga memilik berprestasi di kategori lainya seperti negara terbaik ke-2 dalam hal Work- Life Balance, posisi ke-3 untuk keterjangkauan biaya dan akses pendidikan menurut Global Higher Education  dan Peringkat ke-10 untuk kategori negara penerima nobel terbanyak.

Masyarakat Belanda yang dikenal sangat dinamis memang gemar menciptakan hal-hal baru yang luar biasa yang berasal dari ide-ide cemerlang mereka, maka tak heran jika Belanda mendapat begitu banyak penghargaan bergengsi tingkat internasional. Sifat yang menjunjung kebebasan berkreatifitas itulah yang perlu ditiru. Sungguh Belanda sebuah negeri yang kreatif dan inovatif. :)

Minggu, 15 Januari 2012

Mengenal Rusia Lewat Buku MPV (Moskow-Petersburg-Vladivostok)

        Setelah sukses dengan buku pertamanya Vodka, Cinta dan Bunga (VCB), M. Aji Surya berbagi kisah penuh makna di Rusia dengan menyajikan buku keduanya Moskow-Petersburg-Vladivostok (MPV) terbitan Jaring Pena (2010). Karya kedua dari Sang Diplomat berbakat ini merupakan buku ke-2 dari Tetralogi Rusia yang ia impikan. Bisa dibilang, buku MPV sebagai lanjutan dari buku VCB dengan bidikan yang berbeda, yaitu tentang wanita, salju hingga Islam di Rusia. Ketiga hal itu menjadi poros dalam berbagai kisah penuh kejutan, makna dan kearifan yang diulas oleh penulis dengan bahasa yang renyah, menyegarkan, penuh inspirasi, juga mencerahkan.

Sebagai seorang diplomat Indonesia di Rusia, M. Aji Surya menuliskan karyanya berdasarkan pengalamannya menjelajah Rusia dari pusat ibukotanya (Moskow), kota di ujung barat (Petersburg) hingga kota di ujung timur Rusia (Vladivostok). Berbagai perjalanan ditempuhnya dengan aneka pengalaman lahir dan batin. Bayangkan saja, jarak antara Moskow-Vladivostok yang masih di negara Rusia saja menempuh 9 jam penerbangan non-stop. Sama seperti penerbangan Moskow-Singapura.

Buku setebal 300 halaman ini oleh Dwiki Dharmawan (Musisi-Komposer) disebutnya melukiskan Rusia, beyond our imagination. Para tokoh dari berbagai kalangan di Indonesia dan Rusia memberi apresiasi tinggi terhadap buku Moskow-Petersburg-Vladivostok dengan memberikan endorsement. Selain Dwiki Dharmawan, ada juga Hazrat Rushan Abbasyov (Wakil Mufti Besar Rusia Bidang Kerjasama Internasional), Trias Kuncahyono (Wartawan Kompas dan Penulis Buku Best Seller Jerusalem; Kesucian, Konflik dan Pengadilan Akhir), Prof. Dr. Bahtiar Effendy (Pengamat Politik dan Dekan Fisip UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur Utama Perum LKBN Antara).

Salah satu bab yang sangat menarik adalah Demografi dan Proposal Poligami. Di bab ini M. Aji Surya menyajikan hal yang cukup mengagetkan. Mengapa? Karena “ulah” salah seorang politisi Rusia, Vladimir Zhirinovsky, dari Partai Demokrasi Liberal Rusia (LDPR). Zhirinovsky mengajukan usulan poligami sebagai alternatif solusi bagi masalah demografi di Rusia. Kok bisa? Rusia saat ini sedang dilanda “problema lajang” akibat perbandingan pria-wanita tak tak imbang; 1 pria banding 5 wanita. Pernyataan politisi nyentrik ini bias kita baca di hal. 70-71 buku MPV.

“Di Rusia 30% bayi terlahir di luar nikah. Jika seorang pria mendapatkan hak untuk mendaftarkan pernikahannya dengan wanita kedua yang telah melahirkan, tanpa bercerai dengan istri pertamanya, dengan alasan karena pria tersebut menghormati istri pertamanya dan tidak ingin rumah tangganya runtuh, maka kami akan turut bertanggung jawab atas keluarga istri kedua,” kata Zhirinovsky dikutip oleh kantor berita RIA Novosti. Ketua LDPR mengatakan bahwa di wilayah-wilayah Muslim Rusia, secara de facto ‘skema abu-abu’ poligami itu riil ada, dan kurang lebih penduduk di sana menganutnya dengan loyal. “Kita harus melegalisasikan status hubungan perkawinan ini,” kata Zhirinovsky.

Maksud dari Ketua LDPR itu tidak lain adalah untuk meningkatkan angka kelahiran di negara ini. Secara khusus, ia mengusulkan untuk memberikan premi (bonus) sebesar 100 ribu rubel (sekitar $3,3 ribu) kepada para wanita atas kelahiran anak pertama. Saat ini negara telah memberikan anggaran 300 ribu rubel ($10 ribu) untuk kelahiran anak kedua. “Mari kita realisasikan premi 100 ribu rubel atas kelahiran anak pertama. Saya yakin dengan begitu sebagian wanita yang semula ingin melakukan aborsi akan membatalkan niatnya dan lebih memilih melahirkan bayinya,” kata politisi Zhirinovsky.

Tak kalah menarik, adalah bab Mengaca Kejujuran pada Spion Angkot. Di bagian ini kita disuguhi kisah nyata menyegarkan tentang kearifan orang Rusia. Bagaimana tidak, di dalam angkot, kejujuran mewujud dan bukan sekadar angan-angan. Di Moskow, angkot tak perlu kernet yang mengambil ongkos penumpang. Seorang penumpang secara sukarela menjadi “kernet” dadakan dan penumpang lain membayarkannya ke “kernet” tersebut untuk kemudian diberikan ke sopir. Tak ada yang ngemplang ongkos angkot dan uang kembalian tak kurang. Adakah ini di Indonesia?

Berbagai kearifan orang Rusia lainnya bisa kita temukan dalam bab Gembok Cinta Tahan Banting, Asyiknya Masuk Sekolah Dasar, Az Buki Vedi, Variasi Tingkat Kesabaran, dan Angkat Topi pada Embahnya Profesor. Berbagai kisah tentang wanita disajikan dengan cantik dan menarik dalam Pesona Wanita Rusia dan Ira Citra Gadis Rusia. Tentang Islam, penulis menyajikan kisah antara lain dalam Miliarder Bersuara Lembut, Muslim Rusia Akan Menjadi Mayoritas?, Sinar Islam Makin Cemerlang, dan Mengejar Peresmian Masjid. Bahkan ada dua kisah orang Indonesia dalam bab Rendra; Rendra yang Berdarah Rusia dan Thas’s The Friends Are For, sebuah kisah warga negara Indonesia yang ditahan di salah satu penjara Rusia. Membaca MPV, menyelami kearifan dan kedalaman negeri Rusia dari tutur seorang diplomat Indonesia. Menyegarkan, mencerahkan!

Kamis, 12 Januari 2012

Phonological Segmental Analysis of “Pond’s Commercial Advertisement”

Work Cited Guidance: Akrom, Muhamad Faozan, et al. Phonological Segmental Analysis of  “Pond’s Commercial Advertisement”. 2011 Web. (month date, year when you cite this article).


1.      Introduction
The commercial advertisement that is chosen by the writers has title “Pond’s Oil Solution Toner”.  It offers Pond’s oil toner product which has three advantages for skin. Denis Laurel as the consumer feels the change of her skin after she uses it. She has done Pond’s 3-Way Astringent tests. Firstly, she feels that the product cleans her oily skin totally. Secondly, she sees her pores tightened as the result of using this product. Thirdly, it controls her face from oil. After she uses Pond’s Oil Solution Toner, she feels confident at campus. She feels very confident to walk in front of many boys. So, she suggests the audience to follow her tips by using Pond’s Oil Solution Toner.
The writers notice that the advertisement is an interesting ad due to three things. Firstly, the model in this advertisement is not British or American, but she is a Philippian. She has unique accent in pronouncing English words like when she pronouns the word deeply. The model does not pronounce completely like in English dictionary but she pronounces the word deeply by omitting phoneme /l/.  Secondly, in this advertisement, there are many words that use phoneme /l/ like deeply, barely, clean, and controls oil. Thirdly, the model pronounces many words that contain phoneme /t/ as can be heard from the ad and the phoneme /t/ is pronounced in different ways. Furthermore, the advertisement has variation of consonants and allophones of certain segments. To make it clearer, the writers have made the transcription of the sound pronounced by the model:
1.deeply cleans            2.controls oil                           3.barely
/Èdiù.pli kliùns/                  /k«nÈtr«Ulz Il/                         /Èbe«.li/
[Èdiùpi  kl8¡iùns]              [k«)n.ÈtH¨«Ulòz. Ilò]                           [Èbe«.lI]
The writers use English allophonic rules, specifically allophones of English consonants to analyze these cases. Because phoneme /l/ is a lateral approximant voiced sound and phoneme /t/ is a plosive voiceless sound, the writers use segmental phonology theory.

2.      Discussion
In general, consonants have more phonemes than vowels. Consonants also have more allophones of the phonemes. In this discussion, the writers analyze the consonantal phoneme /l/ and phoneme /t/. Therefore, the writers use English Allophonic Rules.
2.1 The Consonantal Phoneme /l/
a)      The phoneme /l/ in word barely and deeply
According to the transcription above, the writers conclude that the word barely /Èbe«.li/ and deeply /Èdiù.pli/ have the phoneme /l/ which is a lateral approximant. Phoneme /l/ in the word deeply and barely has the same theory where they are clearly pronounced word initially and medially before a vowel. The theory can be seen below[1]:
[+lateral]à [+clear]       /_V
From the English segmental theory above it can be concluded that phoneme /l/ in the word deeply is placed before phoneme /i/ just like phoneme /l/ in the word barely. According to the theory above the word deeply should be pronounced /Èdiù.pli/ with sound of clear phoneme /l/. This is the same case as that of the barely where phoneme /l/ also should be pronounced clearly.  However in this advertisement, the model pronounced the word deeply by omitting phoneme /l/. So, the sound becomes [Èdiùpi] without phoneme /l/. However, the model pronounces phoneme /l/ clearly when she pronounces the word barely and she does it without omitting phoneme /l/. Perhaps it occurs because the model is not British or American, but she is a Philippian that has no original English accent.
b)      The phoneme /l/ in  controls oil
controls oil            /k«nÈtr«Ulz Il/            [k«)n.ÈtH¨«Ulzò. Ilò]  
The transcription above shows that the word control and oil have phoneme /l/ at the end of the word. According to English allophonic rules, in this case, phoneme /l/ is velarized after a vowel before another consonant. The theory can be seen below[2]:
[+dark/velarization]  /_#
After hearing the ad, the writers conclude that the model pronounces /l/ in controls oil is velarized. It is in line to the rule above.
c)      The phoneme /l/ in the word clean
The word clean is transcribed /kliùn/ in the Cambridge Advanced Learner’s Dictionary. There is no different between dictionary pronunciation and the model’s pronunciation. Phoneme /l/ in this word is lateral approximant where it is clearly pronounced word initially and word medially before a vowel. However, phoneme /l/ in this word also becomes devoiced phoneme. The phoneme /l/ in clean has the theory[3]:
[+lateral]à [+clear]       /__V
       à [- voice]   / [-voice] __
According to the English allophonic rules above phoneme /l/ in this word is pronounced before phoneme /i/. Phoneme /l/ in the word clean also becomes voiceless because it is placed after phoneme /k/ which is a voiceless plosive. So, the pronunciation of the phoneme /l/ in the word clean becomes voiceless as seen in the transcription [kl8iùn] . It confirms to the rule above.
2.2 The consonantal phoneme /t/
a)      The phoneme /t/ in the word better
The transcription of the word better is /Èbet.«r/ but the model has pronounced it [ÈbeR.«Õ] by using North American English accent. However, what the writers analyze is phoneme /t/. Phoneme /t/ in the word better is a voiceless alveolar plosive and it becomes a tap/flap when it is a single between two vowels the second of which is unstressed. Another example that has the same phoneme /t/ like in this case is the word fatty[ÈfQRi:]. The theory that is used to analyze this case is[4]
  +plosive       è     +tap/flap              /V_V
   +alveolar                                                 [-stress]    
   -voice

b)      The phoneme /t/ in the word test
Phoneme /t/ in the word test is aspirated voiceless plosive because phoneme /t/ in this word becomes the initial of a stressed syllable. The transcription of the word test based on the Cambridge Advanced Learner’s Dictionary is /tEst/. The English allophonic rule that occurs in this word is plosive theory as can be seen below[5]:
      +plosive        è  [+aspirated] /#_
       -voice                                      [+stress]
                           è  [+clear]       /_#
However, phoneme /t/ in this transcription is an aspirated phoneme /t/. So, according to the English allophonic rules, the transcription should be [tHEst]. The last phoneme /t/ in this word is a final cluster coda which should be pronounced clearly. In this ad, the model pronounces test without the last phoneme /t/. The model only says [tHEs]. In the fact, there should be the last phoneme /t/ but the model has omitted it.
c)      The phoneme /t/ in the word astringent
The transcription of the word astringent based on Cambridge Advanced Learner’s Dictionary is /«ÈstrIn.dZ«nt/. The model in this ad also pronounces the same sounds of this word like in the dictionary. There is two phonemes /t/ in the word astringent but the writers focus to analyze the first one. The first phoneme /t/ in this word is voiceless plosive but it is unaspirated phoneme. This phoneme occurs after phoneme /s/ at the beginning of syllable. Based on English allophonic rules, the first and the last  phoneme /t/ in the word astringent follows the theory of plosive phoneme which is can be seen below[6]:
      +plosive     à [-aspirated] /#     +alveolar
                              -voice                                         +fricative
                                                                                 -voice         __
                                          à [+clear]       /_#
The last phoneme /t/ in word astringent has the same case as that of the word test. It should be pronounced clearly but the model has pronounced astringent without the last phoneme /t/. In addition, the model has pronounced astringent without stress for the first syllable. It is an interesting phenomenon that happens among Philippians[7]. She says [«strIn.dZ«n]. It makes the transcription of the word astringent pronounced by the model becomes [«sÈtHrI)n.dZ«n].
3.      Conclusion
The writers conclude that the phonemes /l/ and /t/ are different consonantal phonemes since they differ in the manner articulation and in the voicing. It is based on the analysis using English allophonic rules above. The writers have explained five words (deeply, barely, clean, and controls oil) that contain phoneme /l/. The word deeply and barely has the same theory because phoneme /l/ of these words should be clearly pronounced word initially and medially before a vowel. Although the model pronounces the word deeply by omitting the sound of phoneme /l/, the writers consider this problem as the accent of the model. Next, the phoneme /l/ in words controls oil is pronounced as a velarized /l/ after a vowel before another consonant. The last phoneme /l/ that is explained in this analysis is the phoneme /l/ in the word clean. It is lateral approximant and it is clearly pronounced word initially and medially before a vowel devoiced. Another explanation of this paper is an analysis of phoneme /t/ in the word better, test, and astringent. The writers take these words because they have different environment, where the phoneme /t/ appears.
            The analysis of these phonemes is aimed to understand the occurrence of the phoneme in every word. Besides analyzing the phoneme sounds of the ad, the writers also notice that the model is not an American or British. It will be different when a non-native of English produces the sound of English words. The writers believe that there are still many interesting problems in analyzing the ad. The writers suggest that the next analysis should be done more deep and more carefully in order to get the maximal result.
References:
Fauziah, Jiah. English Phonetics and Phonology: English Allophonic Rules. 2011
Cambridge Advanced Learner’s Dictionary - 3rd Edition
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillipin_English


[1] Jiah Fauziah, English Phonetics and Phonology Course, Allophonic Rules, Chapter 6 page. 42
[2] Ibid.
[3] Jiah Fauziah, English Phonetics and Phonology Course, Allophonic Rules, Chapter 6 page.40
[4] Ibid.
[5] Jiah Fauziah, English Phonetics and Phonology Course, Allophonic Rules, Chapter 6 page.39
[6] Ibid.
[7] http://en.wikipedia.org/wiki/Phillipin_English

LAGUKU

Kalo ngomongin lagu kesukaan pastinya banyak banget yachhh... soalnya suka ke sebuah lagu biasanya tergantung suasana hati.. ga percaya? coba aja sendiri... kalo aku sendiri punya banyak lagu favorit , diantara adalah algu berikut; lagu korea dan mandarin, yang ini lirik lagu dari lagu korean yang judulnya LOVING YOU biar ngerti maksudnya, aku sekalian aja kasih terjemahannya dalam bahasa Inggris and Indonesia.. selamat bernyanyi :D



LOVING YOU_KOREAN
Kumawoyo tah-ul dut kudae yope itkiye
Tonun nae-ir-yi na duryopjianhjyo
Sarangttaeme himdungon ipyolttaeme apun-gon
Yonghwasokeman issossumyonhae

Onjena nan midotjyo naebanjjok kudaerago
Nomuna iksukhaeso nul puranhaesotdon narul
Nomuna haengbokhaeso manhi urotdon narul
Marobshi anaju-otjyo ijenun anajwo

Boyoyo kudae-mam arabogimanhae-do
Saranghae saranghaeyo mallonun tamothalmankum
Arayo kudae-mam amumaldo an-hae-do
Saranghae saranghaeyo nunmurun igilmankum
saranghaeyo

Bitmutjocha yebboyo honjaga hanigi-ye
Donun odumdo na musopji anhjyo
Suchyoganun yon-inun kasumchirin aeginun
Sosolsogeman issossunmyon hae

Onjena nan midotjyo naemanjjok kudaerago
Nomuna iksukhaeso nul buranhaessotdon narul
Nomuna haengbokhaeso manhi urotdon narul
Maropshi anaju-otjyo ijenun anajwo

Boyoyo kudae-mam arabogimanhae-do
Saranghae saranghaeyo mallonun tamothalmankum
Arayo kudae-mam amumaldo an-hae-do
Saranghae saranghaeyo nunmurun igilmankum
saranghaeyo

Boyoyo kudae-mam arabogimanhae-do
Saranghae saranghaeyo mallonun tamothalmankum
Arayo kudae-mam amumaldo an-hae-do
Saranghae saranghaeyo nunmurun igilmankum
saranghaeyo

Boyoyo kudae-mam arabogimanhae-do
Saranghae saranghaeyo mallonun tamothalmankum
Arayo kudae-mam amumaldo an-hae-do
Saranghae saranghaeyo nunmurun igilmankum
saranghaeyo

When that day I hear your voice
I have some special feeling
Let me always think I don’t wanna forget you
I remember at the day
You are always on my mind
Even though I just can think about you

If one day in the future
This love will be coming true
I’ve never change my mind that I will love you forever
I don’t care how far it is
I will let my dream come true
I will tell you something I wanna let you know
I let you know

I love you, loving you
as the mouse so loves the rice
Even every day has storm
I will always by your side

I miss you, missing you
I don’t care how hard it is
I just want you be happy
Everything, I do it for you


Ketika hari itu aku mendengar suaramu
Aku punya perasaan khusus
Biarkan aku mengingatmu, ku tak sanggup melupakan Anda
Aku ingat 
Kau selalu ada di benakku
Meskipun aku hanya dapat membayangkanmu

Jika suatu hari nanti
Cinta ini menjadi kenyataan
Aku akan mencintaimu selamanya
Saya tidak peduli harus berapa lama
Aku akan membiarkan impian
Aku akan memberitahumu
Aku membiarkan kau tahu

Aku mencintaimu, sangat mencintaimu
seperti cintanya tikus pada beras
meskipun  harus menerjang badai
Aku akan selalu di sampingmu

Aku rindu padamu, aku kehilanganmu
Aku tak peduli betapa sulitnya
Aku hanya ingin kau bahagia
Aku akan melakukan segalanya demi mendapatkanmu.